Wednesday, June 6, 2018

Sejarah Berdirinya SMP 1 Kedungwuni

      SMPN 1 Kedungwuni atau nama kerennya spensa Kedungwuni adalah salah satu sekolah menengah pertama di Kedungwuni yang beralamat di Jl raya Capgawen no 112, Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni yang menempati areal tanah seluas 10.000 meter persegi. Seperti yang kita ketahui bahwa secara geografis SMP 1 Kedungwuni berada di daerah yang sangat straregis yang dekat dengan keramaian penduduk,  akses jalan mudah sehingga aman dan kondusif untuk kegiatan pembelajaran. 

    Setiap sekolah mempunyai sejarah, sebagai warga sekolah betapa perlunya kita mengetahui sejarah berdirinya sekolah kita. Sejarah berdirinya SMP 1 Kedungwuni diawali dengan diresmikannya SMP 1 Kedungwuni pada Selasa, 11 November 1980 oleh Bapak Drs. Koestidjo selaku k Kanwil Dep. P&K Jateng dan Bapak Karsono selaku Bupati KDH TK.II Pekalongan berdasarkan keputusan Menteri P&K no 208/0/80. Pada tahun 1976-1979 yaitu tahun sebelum diresmikannya, SMP 1 Kedungwuni masih milik PEMDA, namun sekarang sudah menjadi sekolah negeri.

     Sekolah ini pertama kali dipimpin oleh Bapak Imam Santoso, beliau dipindah tugaskan dari SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) ke SMP 1 Kedungwuni karena gedung SMEP tersebut akan dijadikan Gedung Pertemuan Umum Kawedanan.


      Bangunan asli sekolah ini berbentuk leter L, waktu itu SMP 1 Kedungwuni sering dijuluki “sekolah koboi” karena bangunannya belum terdapat jendela dan alasnya masih berupa tanah. Pembangunan gedung sekolah ini dimulai pada 30 Juli 1980. Awalnya hanya terdapat 3 ruang kelas di SMP 1 Kedungwuni, namun tidak surut dalam kegiatan pembelajaran. Tahun demi tahun dibangunlah beberapa ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya. Dana pembangunan tersebut dapat berasal dari pemerintah, wali murid, maupun dari uang pembinaan kejuaraan berbagai lomba, misalnya pembangunan lantai 2 berasal dari sumbangan wali murid. Kiranya Tuhan perhatikan doa dari warga sekolah sehingga 22 ruang kelas berada di SMP 1 Kedungwuni yang masih diliputi dengan penuh perjuangan ini. 
    

       Sekolah tidak lengkap tanpa prestasi baik akademik maupun non akademik dari para siswanya. Mengenai prestasi SMP 1 Kedungwuni pada saat itu bisa dibilang kalah dari sekolah lain, namun berkat dari gemblengan dewan guru, pembina yang berkualitas, latihan, dukungan, ekstrakurikuler, bakat dan minat, serta fasilitas yang memadai akhirnya SMP 1 Kedungwuni dapat menyisihkan lawan sehingga memperoleh penghargaan yang luar biasa.

    Keberhasilan SMP 1 Kedungwuni tak lepas dari sentuhan tangan dingin dewan duru yang telah menghantarkan sekolah ini untuk menuai berbagai prestasi.serta urutan kepala sekolah kita dari tahun 1980 sampai sekarang yang telah memimpin SMP 1 Kedungwuni dengan penuh tanggung jawab, inovatif, dan konsisten pada harapannya yang tinggi telah menghantarkan sekolah ini benar benar sejajar dengan SMP di Kabupaten Pekalongan bukan hanya di Kedungwuni lagi.SMP 1 Kedungwuni sudah melaksanakan UNBK mandiri 2018, sudah menjadi sekolah ramah anak, dan memperoleh predikat sekolah peduli dan berbudaya lingkungan (sekolah adiwiyata) juara 2 tingkat Kabupaten.

       Harapan kita semoga SMP 1 Kedungwuni menjadi peringkat pertama dalam perolehan nilai UN dari SMP se-Kabupaten Pekalongan, dan semoga termasuk salah satu dari 503 sekolah di Indonesia yang memiliki tingkat integritas (kejujuran) yang tinggi, serta semoga memperoleh penghargaan sekolah adiwiyata ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini sesuai visi SMP 1 Kedungwuni yaitu terwujudnya insan yang cerdas, yang bertaqwa, berbudi, dan berprestasi.
 



Posted by Suqya Rahma Alfiani




2 comments: